• October 10, 2023
  • Al Muhajirin
Tata Cara Shalat Tahajud

Shalat Tahajud merupakan shalat sunnah yang utama setelah shalat fardhu. Begitu banyak fadhilah shalat tahajud berdasarkan hadits nabi seperti di bawah ini.

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Yang paling utama dari shalat sunnah adalah shalat di waktu malam." (HR. Muslim)

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Yang terbaik dari shalat sunnah adalah shalat di rumah selain shalat yang diwajibkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir kemudian berfirman, 'Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, pasti Aku berikan. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, pasti Aku ampuni.'" (HR. Bukhari)

Tata Cara Shalat Tahajud:

  1. Shalat Tahajud dilakukan setelah tidur sejenak pada malam hari dan sebelum waktu Subuh.
  2. Tahap awal adalah mempersiapkan diri dengan membersihkan badan dan berwudhu.
  3. Shalat Tahajud diawali dengan shalat Sunnah Qabliyah (sebelum shalat Wajib) seperti 2 Rakaat Sunnah Muakkad atau 4 Rakaat Sunnah Muakkadah.
  4. Setelah itu, melakukan shalat Tahajud dengan minimal 2 Rakaat.
  5. Setiap rakaat, melakukan gerakan shalat seperti dalam shalat biasa dengan membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek lainnya.
  6. Lebih disarankan untuk melakukan ruku' dan sujud yang lebih lama serta berdoa secara khusyuk.
  7. Setelah menyelesaikan shalat, bisa dilanjutkan dengan beristighfar dan berdoa.

Doa Sholat Tahajud:

Pada waktu shalat Tahajud, kita bisa berdoa untuk berbagai kebutuhan dan permohonan kepada Allah. Tidak ada doa khusus yang dibaca dalam shalat Tahajud. Namun, di antara doa yang dianjurkan adalah memohon ampunan, petunjuk, kebaikan di dunia dan di akhirat, serta perlindungan dari segala kejahatan.

Penting untuk diingat bahwa waktu Shalat Tahajud adalah waktu yang istimewa untuk berbicara dengan Allah dalam doa dan memohon cinta, rahmat, dan keberkahan-Nya. Selain itu, menjaga konsistensi dan kesungguhan dalam melaksanakan Shalat Tahajud juga merupakan kunci utama untuk mendapatkan keutamaan dan manfaatnya.

  • October 01, 2023
  • Al Muhajirin
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal Hijriyah umat Islam memperingati hari Maulid Nabi atau lahirnya Nabi Muhammad SAW. Rasulullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (570 M). Pada tahun kelahiran Rasulullah tersebut Raja Habasyah mengirimkan pasukan tentara serta para gajah untuk meruntuhkan Ka'bah. Lalu Allah SWT menghancurkan pasukan tersebut, karena memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pada usianya yang masih muda Rasulullah SAW telah kehilangan kedua orang tuanya dan tinggal bersama kakeknya, Abdul Muthalib. Ayahnya, Abdullah meninggal sebelum ia dilahirkan. Sedangkan ibunya yang bernama Aminah, meninggal dunia ketika ia masih berusia enam tahun. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Nabi Muhammad SAW tumbuh menjadi pemuda yang mempunyai budi pekerti baik. Kemudia, memutuskan untuk pergi ke Gua Hiro untuk beribadah dan ketika sedang tidur di Gua Hira, datanglah malaikat Jibril dan memberikan wahyu pertama dari Allah SWT.

Wahyu tersebut berisi perintah untuk membaca dan menyeru manusia kepada jalan yang lurus. Setelah menerima wahyu pertama tersebut, Nabi Muhammad SAW mulai menyebarkan ajaran Islam. Walaupun semasa hidupnya Allah uji dengan menghadapi banyak cobaan dalam menyebarkan ajaran Islam. Namun, beliau tetap teguh pada prinsip-prinsipnya dan tidak pernah menyerah. Beliau juga menjadi teladan bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sejarah Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi SAW diyakini telah dikenal oleh masyarakat muslim Arab, setidaknya sejak tahun kedua hijriah. Namun ada pula yang meyakininya peringatan maulid telah ada sejak zaman Nabi SAW.

Terdapat beragam versi mengenai awal mula peringatan Maulid Nabi SAW. Sebagian berpendapat, peringatan tersebut dilakukan pertama kali pada saat dinasti Fatimiyah berkuasa. Tapi ada pula yang berpendapat dimulai sejak masa Salahudin Al-Ayyubi.

Tujuannya untuk meningkatkan semangat jihad kaum Muslimin, dalam rangka menghadapi Perang salib melawan kaum Salibis dari Eropa dan merebut Yarusalem. Selain itu adanya Maulid Nabi ini mendorong umat muslim untuk senantiasa bershalawat.
meneguhkan kembali kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta melestarikan ajaran dan misi perjuangan Nabi Muhammad SAW pun beserta Nabi lainnya dapat terus menginspirasi umat Islam.


Makna Perayaan Hari Maulid Nabi

Di Indonesia Maulid Nabi juga dikenal dengan nama perayaan Syahadatain. Selain itu, perayaan Maulid Nabi juga dikenal dengan Grebeg Mulud karena tradisi masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan cara menggelar upacara nasi gunungan. Sejarah peringatan Maulid Nabi di Indonesia sendiri mulai berkembang di masa Wali Songo. Peringatan Maulid Nabi dilakukan demi menarik hati masyarakat memeluk agama Islam.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting bagi umat Muslim. Sebagai momen untuk meneladani nilai-nilai dan ajaran Rasulullah SAW yang diberikan untuk umatnya dalam menjalani kehidupan ibadah maupun bermuamalah.
  • September 01, 2023
  • Al Muhajirin
Berikut adalah beberapa amalan dan keutamaan Bulan Rabiul Awal:

1. Shalawat

Salah satu amalan paling utama dalam bulan Rabiul Awwal adalah meningkatkan jumlah shalawat dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah tanda cinta dan penghormatan kita kepada Nabi, dan Allah SWT dan Malaikat-Nya juga bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)


اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Dalam hadis, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya bershalawat kepada beliau. Meningkatkan shalawat selama bulan Rabiul Awwal adalah salah satu cara untuk mendapatkan berkah dan rahmat Allah SWT.

2. Meneladani Akhlak Nabi

Bulan Rabiul Awwal adalah waktu yang tepat untuk merenungkan dan mencoba meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan, termasuk akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Mengupayakan untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari kita adalah salah satu cara untuk merayakan kelahiran beliau.

3. Meningkatkan Ibadah dan Ketaatan

Bulan Rabiul Awwal adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Kita dapat memperbanyak membaca Al-Quran, melakukan shalat sunnah, dan melakukan amal ibadah lainnya. Ini adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan kita.

4. Berbuat Kebaikan dan Sosial

Selain meningkatkan ibadah, kita juga dapat menggunakan bulan Rabiul Awwal untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Memberikan sedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan melakukan tindakan-tindakan sosial yang positif adalah cara untuk mempraktikkan ajaran Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang dan kepedulian.

Keutamaan Bulan Rabiul Awwal

1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Bulan Rabiul Awwal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Keberadaan beliau adalah anugerah besar bagi umat manusia, dan bulan ini adalah waktu yang tepat untuk merayakan nikmat ini.

2. Amalan Dikalikan

Amalan yang dilakukan selama bulan ini diyakini memiliki nilai yang lebih besar di mata Allah SWT. Oleh karena itu, amalan-amalan baik yang kita lakukan selama bulan Rabiul Awwal akan memberikan pahala yang lebih besar.

3. Rahmat dan Keberkahan

Bulan Rabiul Awwal juga dikaitkan dengan rahmat dan keberkahan. Ini adalah saat yang baik untuk memohon rahmat Allah dan mengharapkan keberkahan dalam kehidupan kita.

Sekretariat

Perum Villa Mutiara Cikarang 1 Blok B
Desa. Ciantra Kec. Cikarang Selatan
Bekasi Jawa Barat 17530


Follow us

Jamaah ke