Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
  • October 10, 2023
  • Al Muhajirin
Tata Cara Shalat Tahajud

Shalat Tahajud merupakan shalat sunnah yang utama setelah shalat fardhu. Begitu banyak fadhilah shalat tahajud berdasarkan hadits nabi seperti di bawah ini.

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Yang paling utama dari shalat sunnah adalah shalat di waktu malam." (HR. Muslim)

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Yang terbaik dari shalat sunnah adalah shalat di rumah selain shalat yang diwajibkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir kemudian berfirman, 'Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, pasti Aku berikan. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, pasti Aku ampuni.'" (HR. Bukhari)

Tata Cara Shalat Tahajud:

  1. Shalat Tahajud dilakukan setelah tidur sejenak pada malam hari dan sebelum waktu Subuh.
  2. Tahap awal adalah mempersiapkan diri dengan membersihkan badan dan berwudhu.
  3. Shalat Tahajud diawali dengan shalat Sunnah Qabliyah (sebelum shalat Wajib) seperti 2 Rakaat Sunnah Muakkad atau 4 Rakaat Sunnah Muakkadah.
  4. Setelah itu, melakukan shalat Tahajud dengan minimal 2 Rakaat.
  5. Setiap rakaat, melakukan gerakan shalat seperti dalam shalat biasa dengan membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek lainnya.
  6. Lebih disarankan untuk melakukan ruku' dan sujud yang lebih lama serta berdoa secara khusyuk.
  7. Setelah menyelesaikan shalat, bisa dilanjutkan dengan beristighfar dan berdoa.

Doa Sholat Tahajud:

Pada waktu shalat Tahajud, kita bisa berdoa untuk berbagai kebutuhan dan permohonan kepada Allah. Tidak ada doa khusus yang dibaca dalam shalat Tahajud. Namun, di antara doa yang dianjurkan adalah memohon ampunan, petunjuk, kebaikan di dunia dan di akhirat, serta perlindungan dari segala kejahatan.

Penting untuk diingat bahwa waktu Shalat Tahajud adalah waktu yang istimewa untuk berbicara dengan Allah dalam doa dan memohon cinta, rahmat, dan keberkahan-Nya. Selain itu, menjaga konsistensi dan kesungguhan dalam melaksanakan Shalat Tahajud juga merupakan kunci utama untuk mendapatkan keutamaan dan manfaatnya.

  • September 01, 2023
  • Al Muhajirin
Berikut adalah beberapa amalan dan keutamaan Bulan Rabiul Awal:

1. Shalawat

Salah satu amalan paling utama dalam bulan Rabiul Awwal adalah meningkatkan jumlah shalawat dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah tanda cinta dan penghormatan kita kepada Nabi, dan Allah SWT dan Malaikat-Nya juga bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)


اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Dalam hadis, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya bershalawat kepada beliau. Meningkatkan shalawat selama bulan Rabiul Awwal adalah salah satu cara untuk mendapatkan berkah dan rahmat Allah SWT.

2. Meneladani Akhlak Nabi

Bulan Rabiul Awwal adalah waktu yang tepat untuk merenungkan dan mencoba meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan, termasuk akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Mengupayakan untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari kita adalah salah satu cara untuk merayakan kelahiran beliau.

3. Meningkatkan Ibadah dan Ketaatan

Bulan Rabiul Awwal adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Kita dapat memperbanyak membaca Al-Quran, melakukan shalat sunnah, dan melakukan amal ibadah lainnya. Ini adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan kita.

4. Berbuat Kebaikan dan Sosial

Selain meningkatkan ibadah, kita juga dapat menggunakan bulan Rabiul Awwal untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Memberikan sedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan melakukan tindakan-tindakan sosial yang positif adalah cara untuk mempraktikkan ajaran Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang dan kepedulian.

Keutamaan Bulan Rabiul Awwal

1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Bulan Rabiul Awwal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Keberadaan beliau adalah anugerah besar bagi umat manusia, dan bulan ini adalah waktu yang tepat untuk merayakan nikmat ini.

2. Amalan Dikalikan

Amalan yang dilakukan selama bulan ini diyakini memiliki nilai yang lebih besar di mata Allah SWT. Oleh karena itu, amalan-amalan baik yang kita lakukan selama bulan Rabiul Awwal akan memberikan pahala yang lebih besar.

3. Rahmat dan Keberkahan

Bulan Rabiul Awwal juga dikaitkan dengan rahmat dan keberkahan. Ini adalah saat yang baik untuk memohon rahmat Allah dan mengharapkan keberkahan dalam kehidupan kita.

Setidaknya, menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan kita jelang dilakukan dengan:

  • Bersuka cita, bergembira dan senang. Karena Ramadhan adalah karunia Allah atas hamba-hamba-Nya.
  • Bertekad untuk mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya. Karena bisa jadi bulan Ramdhan ini adalah yang terakhir bagi kita.
  • Bertawakal dan ber-isti’anah kepada Allah. Karena tidak sekejap mata pun kebaikan akan dapat kita lakukan tanpa taufiq dan pertolongan dari-Nya.
  • Bertobat kepada Allah atas segala dosa. Karena ibadah dan amal shaleh hanya mampu dikerjakan dengan hati yang bersih dan jiwa yang kuat, dan dosa membuat hati menjadi kotor, serta jiwa menjadi lemah.
  • Mulai membiasakan puasa dan ibadah yang lainnya dari sejak sekarang. Karena manusia sangat dipengaruhi kebiasaan.
  • Mempelajari kembali ilmu yang berkaitan dengan ibadah puasa. Dan ini setidaknya mencakup empat ilmu:
    1. Fadha`ilu Ash-Shiyaam (keutamaan puasa), agar kita memiliki motivasi yang kuat dalam menunaikan ibadah puasa.
    2. Hikamu Ash-Shiyaam (hikmah puasa), agar kita mengerti maksud Allah dalam mensyariatkan ibadah puasa.
    3. Ahkaamu Ash-Shiyaam (hukum-hukum puasa), agar kita faham sah atau tidaknya ibadah puasa kita.
    4. Aadaabu Ash-Shiyaam (etika puasa), agar pahala puasa kita tidak hilang atau berkurang, dan agar kita semakin dapat memaksimalkan raihan pahala di bulan Ramadhan.

Tidak lama lagi, umat Islam di seluruh penjuru dunia akan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan yang istimewa, begitu pun di sisi Nabi Muhammad. Karena bulan yang istimewa, Nabi Muhammad menyiapkan diri dalam menyambut Ramadhan dengan sejumlah amalan ibadah.

Nabi Muhammad SAW menjelang Ramadhan kerap berpuasa selama bulan Sya'ban, bulan sebelum Ramadhan dalam kalender Islam. Nabi juga mendorong umat Islam di sekitarnya meningkatkan ibadah sebelum Ramadhan benar-benar tiba.

Rasulullah diriwayatkan kerap melakukan amalan ibadah sunnah yang bernilai kebajikan dalam menyambut Ramadhan. Tak lupa, beliau juga kerap memotivasi umat Islam di sekelilingnya menyambut Ramadhan dengan sukacita dengan menjalani ibadah.

Setidaknya, Nabi Muhammad SAW memiliki tiga strategi untuk mempersiapkan Ramadhan.

Pertama, persiapan praktis seperti berpuasa dengan ikhlas.

Kedua, meminta keberkahan kepada Allah melalui doa.

Ketiga, menasihati, memotivasi, dan mengingatkan orang-orang di sekitarnya tentang kedatangan Ramadhan. Beliau juga mendorong mereka melakukan perbuatan baik di dalamnya.

Puasa sunnah selama Sya'ban dilakukan Nabi Muhammad pada masa lalu sebagaimana yang terekam dalam hadis shahih.

Hadits tersebut berbunyi: "Dari Usamah bin Zaid, dia berkata: Saya berkata: Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Anda berpuasa dalam sebulan layaknya engkau lakukan di bulan Sya'ban."

Mendengar itu, Rasulullah menjawab: "Itu adalah bulan di mana orang tidak terlalu memperhatikan, antara Rajab dengan Ramadhan. Itu adalah bulan di mana perbuatan itu diangkat oleh Allah SWT, dan aku suka perbuatanku (amalanku) diangkat Allah ketika menjalani puasa." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i.

Hal yang sama juga telah dicatat berdasarkan hadits yang bersumber dari Aishah: "Bulan yang paling disukai Rasulullah untuk berpuasa adalah Sya'ban.

Memang, ia biasa bergabung ke Ramadhan." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dengan kadar hadis yang shahih. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.

Meski jumlah pasti hari berpuasanya Rasulullah pada Sya'ban belum dapat dipastikan, tetapi kita dapat mengemukakan pada saat Ramadhan tiba, Rasulullah SAW seolah mengajari umat Islam terbiasa menjalani puasa setiap hari selama Ramadhan.

Di sisi lain, memohon keberkahan saat bulan sabit nampak juga dilakukan Rasulullah SAW. Setiap kali Nabi Muhammad melihat bulan sabit, beliau menandakan dimulainya bulan baru, termasuk Ramadhan. Maka beliau akan memanjatkan doa khusus.

Doa itu sebagaimana yang diriwayatkan Talhah bin Ubaidullah: "Saat melihat bulan baru (bulan lunar), Nabi biasanya berdoa: “Ya Allah, biarkan bulan ini menampakkan diri pada kami dengan keamanan dan keyakinan.  Dengan keamanan dan Islam. Wahai Bulan, Tuanmu adalah Allah. Semoga bulan ini membawa petunjuk dan kebaikan." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi berkadar shahih.

Kemudian, Rasulullah juga mengingatkan orang-orang tentang berkah Ramadhan dan mendorong umat Muslim melakukan perbuatan yang lebih baik lagi. Rasulullah SAW berkata: "Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan yang diberkati, di mana Allah, Yang Mahakuasa telah memerintahkanmu untuk berpuasa. Selama itu, gerbang surga dibuka dan gerbang Neraka ditutup, dan setiap iblis dirantai. Di dalamnya, Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan; siapa pun yang kehilangan kebaikannya memang dirampas."

Untuk itulah ketika mengacu pada apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, umat Islam dapat melihat sesungguhnya beliau telah mendorong umat Islam di sekitarnya untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan. Sebelum Ramadhan benar-benar tiba, banyak amalan ibadah yang dapat dilakukan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

  • December 18, 2020
  • Al Muhajirin

Ketika melihat orang yang membutuhkan, umat Islam diwajibkan untuk bersedekah dan meringankan beban mereka. Hal ini didasarkan tenggang rasa ke sesama umat dan juga kemanusiaan.

Selain membantu sesama, ternyata terdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh orang-orang yang bersedekah. Simak lebih lanjut untuk mengetahui manfaat sedekah bagi orang yang melakukannya.

1. Menyucikan Diri

Dengan menyedekahkan harta yang dimiliki, dosa-dosa orang yang bersedekah akan dihapuskan.

Hal ini tentu saja dapat dituai jika dilakukan bersamaan dengan taubat atas dosa yang pernah diperbuat dan melakukan kebaikan-kebaikan lainnya. 

Lakukan kewajiban yang harus diikuti dan hindari larangan-Nya, maka  akan terhindar dari dosa dan mendapatkan pahala. 

2. Pahala Berlipat Ganda

Bersedekah merupakan tindakan yang mulia dan sangat dihargai oleh Allah SWT. Imbalan bersedekah yang paling utama adalah mendapatkan pahala. Setelah melakukan sedekah, pahala yang sudah kita miliki akan dilipatgandakan. 

Pahala yang didapat akan lebih besar lagi jika sedekah yang dilakukan benar-benar murni dari hati, tanpa ingin diketahui oleh orang lain sama sekali. Jadi, tidak ada unsur ria atau ingin menyombongkan harta yang disedekahkan.

3. Mendapat Imbalan Berlipat-lipat

Selain mendapat pahala dan membersihkan diri dari dosa, bersedekah juga akan mendatangkan rezeki yang berlimpah.

Tidak perlu takut kehabisan harta atau jatuh miskin setelah bersedekah, karena Allah SWT sudah menjanjikan balasan rezeki yang berlipatganda—baik dalam bentuk uang atau rezeki lainnya yang tidak bisa dinilai dengan materi. 

4. Terhindar dari Marabahaya

Berhubungan dengan poin sebelumnya, terhindarkan dari marabahaya merupakan salah satu jenis rezeki yang tidak dapat dihitung dengan materi.

Terdapat dua sabda dari Rasulullah SAW, yaitu sedekah dapat menutup 70 pintu kejahatan dan bencana atau musibah tidak dapat mendahului sedekah. 

5. Memberi Ketenangan Hati

Sedekah dapat menciptakan ketenangan hati. Ketika bersedekah, pasti akan muncul rasa senang karena telah memberi kepada mereka yang membutuhkan.

Setelah itu, hati akan terasa lebih tenang dan lapang karena beban-beban terangkat dan digantikan dengan rasa senang karena telah membantu sesama.  

6. Sebagai Jaminan Hari Akhir

Orang-orang yang bersedekah merupakan orang yang masuk ke dalam golongan yang akan mendapatkan naungan di hari akhir.

Maksud dari pernyataan ini adalah ketika hari akhir datang dan tidak ada yang bisa melindungi dari panasnya matahari, orang yang melakukan sedekah dengan ikhlas sepanjang hidupnya akan berada di bawah naungan yang menyejukkan.

Hal ini bisa didapatkan jika kamu bersedekah tanpa pamrih atau ria, benar-benar tulus karena ingin membantu sesama dan juga karena Allah SWT. 

7. Terbebaskan dari Siksa Kubur

Ketika sudah berada dalam kubur dan menunggu hari kiamat datang, terdapat pertanyaan perihal duniawi yang harus kamu pertanggungjawabkan.

Jika banyak melakukan hal yang dilanggar oleh Allah SWT dan tidak pernah berbuat baik, terdapat siksa kubur untuk membersihkan dosa-dosa di dunia. 

Pada saat ini sedang berlangsung, sedekah yang pernah dan sering kamu lakukan bisa menyelamatkanmu dari siksa kubur. Seperti apa yang Rasulullah SAW katakan dalam HR Thabrani: “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur”. 

8. Menyembuhkan Orang Sakit

Terdapat banyak orang yang sakit, namun hidup dalam ketidakcukupan atau bahkan kemiskinan. Dengan bersedekah ke orang yang membutuhkan, kamu bisa mengangkat beban mereka yang ingin berobat namun tidak memiliki uang. 

9. Menambah Umur

Sedekah dipercaya dapat memperpanjang umur seseorang, lho. Hal ini dikarenakan kualitas hidup akan meningkat jika sering melakukan sedekah, dengan membuat hati terasa tenang dan juga terhindar dari marabahaya dan segala bentuk kejahatan. 

10. Meninggal dengan Tenang

Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan-kesalahan yang disengaja maupun tidak. Ketika bersedekah, kamu bisa memadamkan kemurkaan Allah SWT atas perbuatan dan kesalahan di dunia.

  • October 13, 2020
  • Al Muhajirin

Sholat dhuha merupakan salah satu diantara shalat-shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain mempunyai banyak rahasia juga memberikan banyak manfaat, sholat dhuha sendiri memang tidak hanya bermanfaat untuk rohani saja melainkan juga untuk kesehatan. Mengapa bisa demikian? Hal tersebut karena di dalam sholat dhuha terdapat beberapa gerakan yang harus dilakukan, oleh karena itu sholat dhuha juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu kegiatan dalam berolahraga.

1. Olahraga Tanpa di Sadari

Penjelasannya sendiri adalah sholat dhuha dilakukan pada saat masih pagi hari yaitu  sekitar pukul 08.00 sampai dengan menjelang dhuhur, dan jam – jam tersebut merupakan waktu yang sangat baik untuk berolahraga, oleh karena itu melakukan sholat dhuha sama saja dengan berolahraga karena nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tulang serta otot karena setiap persendian bergerak, mulai dari tangan, siku sampai dengan lutut dan kaki. Manfaat gerakan sholat memang dapat memberikan efek olahraga tanpa di sadari.

2. Melancarkan peredaran darah

Selain itu juga sholat dhuha membantu untuk melancarkan peredaran darah yang ada di dalam tubuh manusia karena semua pergerakan dalam sholat dhuha sangat lengkap. Mulai dari mengangkat kedua tangan, membungkuk saat gerakan rukuk, kemudian juga gerakan sujud yang mana kepala berada lebih rendah dibandingkan badan dan darah tersebut juga mengalir ke kepala kemudian pada saat duduk aliran darah dinormalkan kembali.

3. Menormalkan Produksi Hormon

Selain itu juga sangat bermanfaat untuk menormalkan produksi hormon yang ada di dalam tubuh. Jadi sholat dhuha memang sangat bermanfaat dan efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, baik untuk bagian tubuh, organ tubuh sampai dengan beberapa cairan dan juga hormone dalam tubuh.

Manfaat sholat dhuha untuk rohani

4. Membuat jiwa lebih tenang

Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan karena beberapa gerakan yang sangat mempengaruhi kondisi tubuh, sholat dhuha juga sangat bermanfaat untuk menjaga rohani, yang mana nantinya jiwa akan menjadi lebih tenang, terlebih lagi jika rezeki memang sudah dibukakan dan dipermudah di dalam mendapatkan rezeki.

5. Menghilangkan Stress

Selain itu sholat dhuha maupun sholat yang lainnya akan membantu umat muslim untuk bisa mendapatkan ketenangan batin sehingga terhindar dari stress. Stress sendiri merupakan salah satu hal yang sangat mengganggu dan bisa menimbulkan resiko terkena berbagai macam penyakit. Mulai dari mengambil air wudhu sebenarnya sudah bisa membuat batin dan pikiran menjadi tenang namun jika ditambah dengan sholat dhuha tentu saja akan jauh lebih tenang. Jadi menurut sebagian besar orang, melakukan sholat dhuha sendiri memang akan mendapatkan ketenangan dan juga rezekinya lancar sehingga beberapa umat muslim melakukan / menjalankan sholat dhuha setiap hari.

Manfaat Sholat Dhuha Untuk Kecantikan

Kecantikan merupakan salah satu hal yang sangat diimpikan oleh semua wanita, oleh karena itu selain dengan melakukan perawatan, umat muslim bisa juga merawat kecantikan dengan melakukan sholat baik sholat wajib / sholat 5 waktu maupun sunah, salah satunya sholat dhuha.

6. Kebersihan Muka

Selain beberapa manfaat di atas, sholat dhuha juga sangat bermanfaat untuk kecantikan yang mana pada saat berwudhu wajah akan dibasuh dengan air bersih sehingga kulit juga akan selalu terjaga kebersihannya. Kemudian juga pada saat berwudhu dan saat membasuh wajah dengan tepat tentu saja kulit akan kencang sehingga tidak mudah kendur dan memberikan manfaat agar awet muda.

7. Wajah Berseri

Selain itu juga dengan menjalankan sholat dhuha serta sholat 5 waktu tentu saja kecantikan akan terpancar secara alami dengan sendirinya sehingga setelah berwudhu serta menjalankan sholat biasanya wajah seseorang akan terlihat lebih berseri. Dan hal terseut juga sudah banyak yang membuktikannya.

Manfaat Sholat Dhuha Untuk Kesuksesan

Selain berusaha, berdoa juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kesuksesan bagi setiap orang, untuk umat muslim sendiri cara berdoa adalah dengan menjalankan ibadah sholat, termasuk sholat dhuha.

8. Membuka Pintu Rezeki

Pada dasarnya sholat dhuha memang sangat bermanfaat untuk membukakan pintu rezeki, tak hanya itu tetapi juga akan membantu dalam mendapatkan kesuksesan. Namun kesuksesan juga tidak bisa didapatkan hanya dengan berdoa tanpa ada usaha, oleh karena itu agar lebih seimbang dan juga menjadi berkah, semuanya harus dilakukan yaitu dengan berusaha dan ditunjang dengan berdoa, salah satunya dengan menjalankan sholat dhuha tersebut. Jadi itulah beberapa yang perlu diketahui oleh semua umat muslim mengenai manfaat sholat dhuha.

Selain mempunyai banyak manfaat, sholat dhuha juga mempunyai benyak keutamaan. Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

3. Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

4. Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).

5. Dibukakan Pintu Surga

orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Sekretariat

Perum Villa Mutiara Cikarang 1 Blok B
Desa. Ciantra Kec. Cikarang Selatan
Bekasi Jawa Barat 17530


Follow us

Jamaah ke